Mengutip laporan Aviator, maskapai ini akan berkantor pusat di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, dengan fokus hanya pada penerbangan internasional.
Indonesia Airlines kini telah memasuki tahap perencanaan bisnis dan studi kelayakan sedang.
Adapun maskapai ini dengan rencana untuk mengoperasikan 20 pesawat yang diperoleh secara bertahap. Setengah dari pesawat tersebut akan terdiri dari A321LR atau A321neo, sedangkan sepuluh lainnya akan terdiri dari A350-900 dan B787-9.
Maskapai yang direncanakan tersebut bertujuan untuk beroperasi sebagai maskapai premium, melayani 48 tujuan internasional ke 30 negara dalam lima tahun pertama.
Tak hanya itu, perekrutan staf pun sedang berlangsung.
Melihat akun LinkedIn nya, Indonesia Airlines Group disebutkan memiliki kantor yang berada di BSD Raya, Tangerang Selatan.
Calon maskapai baru tersebut juga menyebut perusahaannya memiliki visi untuk “mengangkat kemewahan dan keanggunan di langit.”
Maskapai tersebut lewat akun LinkedIn nya juga mengatakan akan mendefinisikan ulang perjalanan dengan layanan premium. Keselamatan adalah prioritas utama sembari berbagi keramahtamahan hangat warga Indonesia kepada dunia.
Kehidupan Qasemi sebenarnya sangat dekat dengan ajaran Islam. Ayahnya rutin memberikan pelajaran soal Islam sejak dirinya masih kecil di daerah Buraydan, Arab Saudi.
Akhirnya Qasemi tumbuh menjadi orang yang religius dan cerdas. Dia senang mempelajari soal ilmu hadis, hukum Islam, serta bahasa dan sastra Arab.
Kecerdasannya juga membuat dirinya bisa berkuliah di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, yang merupakan kampus Islam bergengsi. Di sana dia makin dikenal sebagai tokoh intelektual dengan gagasan baru soal pola pikir bangsa Arab.
Laporan Al Arabiya menyebutkan Qasemi mendorong negara-negara di Arab mengedepankan unsur rasional. Dengan begitu mereka bisa terbebas dari pemikiran mitologis.
Qasemi diketahui juga sebagai pembela gerakan Salafi, gerakan Islam yang meniru praktik al-salaf al salih atau pendahulu yang saleh yakni Nabi Muhammad. Berbagai karya dan orasi ilmiah dibuatnya untuk pembelaannya.
Penganut Salafi, termasuk Qasemi sangat berpegang teguh pada Al-Qur’an begitu juga dengan hadis dan konsesus ulama. Mereka menola bid’ah serta mendukung penerapan syariat Islam.
Namun gerakannya bukan tanpa hambatan. Pihak kampus geram dengan dukungan yang digugat Qasemi, membuatnya dikeluarkan dari Al-Azhar pada 1931.
Masa itu yang merubah dirinya. Qasemi yang diketahui sebagai anak religius menjadi orang yang meninggalkan kewajiban orang yang menganut Islam.
Puncaknya, dia memutuskan menjadi ateis atau tidak mengakui adanya Tuhan. Keputusannya membuat banyak orang heran, bahkan dihujat oleh banyak orang.
Salah satunya karena buku kontroversial berjudul The Lie to See God Beautiful, dia mempertanyakan soal rasinalitas dan dogma agama yang dianut masyarakat.
Bukan hanya dihujat, karya dan banyak buku yang mengkritik agama dilarang beredar di sejumlah negara Timur Tengah. Dia juga diusir karena pemerintah Mesir mengeluarkan aturan ‘persona non grata’, karena tak ingin pemikirannya berkembang di negara tersebut.
Banyak orang yang meminta dia dihukum mati. Bahkan Qasemi jadi sasaran pembunuhan beberapi kali di sejumlah tempat dari Mesir hingga Lebanon.
Namun upaya pemikirannya yang liberalisme dan penentangan pada agamr akhirnya berhenti. Dia diketahui mengidap kanker pada 9 Januari 1996.
Indonesia memiliki tantangan cukup berat dalam mendorong target pertumbuhan ekonomi sebesar 8%. Hal ini mengingat kondisi dinamika geopolitik, transisi energi, dan fluktuasi harga komoditas masih cukup tinggi. Industri tambang sebagai salah satu tulang punggung perekonomian pun perlu didorong agar menjadi motor penggerak pertumbuhan.
Regulasi baru, hilirisasi mineral, serta kebijakan insentif pemerintah menjadi faktor penentu keberlanjutan sektor ini di 2025.
Tak hanya itu, kontribusi sektor pertambangan terhadap produk domestik bruto (PDB) juga masih tergolong cukup besar. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut di tahun 2024 sektor pertambangan masuk ke dalam salah satu lima lapangan usaha dengan kontribusi terbesar ke ekonomi RI, setelah industri pengolahan, perdagangan, pertanian, dan konstruksi.
Pentingnya sektor pertambangan dan kontribusinya disadari oleh pemerintah dengan melakukan larangan ekspor mineral mentah sejak tahun 2014 lalu, diikuti dengan kewajiban melakukan hilirisasi untuk komoditas mineral dan batu bara di tanah air. Sektor pengolahan pun memberikan kontribusi yang besar bagi ekonomi RI.
Di samping itu, investasi di sektor pertambangan dan pengolahan juga terus mengalami peningkatan dan menimbulkan multiplier effect baik terhadap perekonomian nasional maupun daerah. Data dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menunjukkan, tahun 2024 Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor minerba mencapai Rp 269,6 triliun, atau 115% dari target capaian 2024 yang mencapai Rp 234,2 triliun.
Pemerintah juga terus mendorong hilirisasi di sektor mineral dan batu bara lainnya. Salah satunya dengan mendorong hilirisasi batu bara dengan mengubahnya menjadi Dimethyl ether (DME) sebagai energi alternatif pengganti Liquefied Petroleum Gas (LPG) dan metanol.
Untuk mendorong transisi energi ini, CNBC Indonesia menggelar CNBC Indonesia Mining Forum 2025, pada Selasa 18 Maret 2025. Acara ini mengusung tema “Industri Tambang di Tengah Target Pertumbuhan Ekonomi 8% dan Gejolak Dunia”.
CNBC Indonesia Mining Forum 2025 menghadirkan para narasumber dari regulator dan pelaku industri sektor mineral dan batu bara. Mereka akan menganalisis secara mendalam proyeksi sektor pertambangan sebagai salah satu tulang punggung pertumbuhan ekonomi serta potensinya mewujudkan target pertumbuhan ekonomi RI di angka 8%.
CNBC Indonesia Mining Forum 2025 dapat disimak secara eksklusif dan live di CNBC Indonesia TV dan streaming di CNBC Indonesia. Pantau terus cnbcindonesia.com dan CNBC Indonesia TV untuk update informasi seputar ekonomi dan bisnis.
Foto: Presiden AS Donald Trump menunjuk tamu undangan selama konferensi pers bersama dengan Perdana Menteri India Narendra Modi di Gedung Putih di Washington, D.C., AS, 13 Februari 2025. (REUTERS/Kevin Lamarque)
Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI, Juli Budi Winantya menjelaskan bahwa jika perang dagang diikuti dengan kebijakan retaliasi atau balasan dari negara-negara yang terlibat, maka harga-harga barang dan jasa di pasar global cenderung meningkat. Hal ini dapat berimbas pada harga barang impor yang masuk ke Indonesia.
Namun di sisi lain, perang dagang juga menciptakan peluang bagi Indonesia. Jika suatu negara kehilangan pasar ekspor akibat tarif yang dikenakan oleh negara lain, maka produk-produk dari negara tersebut bisa mencari pasar alternatif, termasuk Indonesia.
“Juga ada risiko lain yang apabila negara tertentu tidak bisa memasarkan produknya ini justru bisa juga masuk ke negara-negara lainnya, termasuk ke Indonesia dan ini justru harganya akan lebih murah,” ujar Juli dalam Taklimat Media Bank Indonesia Kamis (6/3/2025).
Ia pun menjelaskan bahwa dampak perang dagang terhadap pertumbuhan ekonomi juga bersifat dua arah. Di satu sisi, risiko perlambatan ekonomi global dapat menghambat ekspor Indonesia, sehingga pertumbuhan ekonomi nasional berpotensi melambat.
Namun, Indonesia dapat mengambil peluang dengan mengisi pasar yang hilang ditinggalkan oleh negara-negara yang terkena dampak tarif perdagangan.
“Bisa juga resiko bahwa ekspor kita akan melambat tetapi disisi lain juga ada potensi bahwa kita bisa memanfaatkan hilangnya pasar yang tidak bisa digunakan oleh negara-negara yang terkena dampak dari tarif,” ujarnya.
Foto: Pertemuan antara Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Jumat (28/2/2025) berakhir dengan ketegangan yang luar biasa di Gedung Putih. (AP Photo/Ben Curtis)
Dalam sebuah pernyataan, Rabu (5/3/2025), Zelensky menyebut siap melakukan gencatan senjata jika Rusia juga berhenti menyerang Ukraina. Dalam pernyataan ini, Zelensky tidak merinci permintaan agar Moskow mundur dari posisinya sekarang, sesuatu yang sering diucapkannya sebelumnya.
“Kami siap bekerja cepat untuk mengakhiri perang, dan tahap pertama dapat berupa pembebasan tahanan dan gencatan senjata di udara, larangan rudal, pesawat tanpa awak jarak jauh, bom pada energi dan infrastruktur sipil lainnya, dan gencatan senjata di laut segera, jika Rusia akan melakukan hal yang sama,” kata Zelensky dikutip CNN International.
“Kemudian kami ingin bergerak sangat cepat melalui semua tahap berikutnya dan bekerja dengan AS untuk menyetujui kesepakatan akhir yang kuat.”
Zelensky pun juga mengatakan bahwa Ukraina siap menandatangani kesepakatan mineral, yang seharusnya ditandatangani pada hari Jumat lalu namun batal karena perdebatannya dengan Trump, yang berakhir dirinya diminta meninggalkan Gedung Putih.
“Mengenai perjanjian mineral dan keamanan, Ukraina siap menandatanganinya kapan saja dan dalam format apa pun yang sesuai. Kami melihat perjanjian ini sebagai langkah menuju keamanan yang lebih baik dan jaminan keamanan yang solid, dan saya benar-benar berharap ini akan berjalan secara efektif,” tandasnya.
Kerangka kerja tersebut serupa dengan rencana yang diusulkan oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron setelah pertemuan puncak para pemimpin Barat pada hari Minggu, yang berlangsung di London di tengah kecemasan di benua itu tentang masa depan Ukraina.
“Kami benar-benar menghargai seberapa banyak yang telah dilakukan Amerika untuk membantu Ukraina mempertahankan kedaulatan dan kemerdekaannya. Dan kami ingat momen ketika keadaan berubah ketika Presiden Trump memberi Ukraina Lembing. Kami berterima kasih untuk ini,” imbuh Zelensky.
Masih harus dilihat bagaimana Trump akan menanggapi usulan pemimpin Ukraina atau refleksinya tentang kunjungan Gedung Putih. Namun, pernyataan yang panjang itu menunjukkan upaya Kyiv untuk memaksakan suaranya dalam diskusi tentang masa depan konflik, setelah pemerintahan Trump membuka pembicaraan dengan Rusia bulan lalu dan menolak mengundang Ukraina.
Trump pada hari Senin memerintahkan penghentian sementara pengiriman bantuan militer AS ke Ukraina, yang dapat berdampak buruk pada kemampuan berperang negara itu. Penghentian bantuan, yang terjadi setelah Trump mengadakan serangkaian pertemuan dengan pejabat tinggi keamanan nasional.
Perang berhenti, logistik habis
Rusia melancarkan serangan skala besar terhadap Ukraina Timur atau Donbass pada 24 Februari 2024. Moskow berupaya merebut wilayah itu dengan alasan diskriminasi rezim Kyiv terhadap wilayah itu, yang mayoritas dihuni etnis Rusia, serta niatan Ukraina untuk bergabung bersama aliansi pertahanan Barat, NATO.
Langkah ini pun akhirnya menyeret sejumlah negara Barat dalam konflik, termasuk AS, Inggris, dan sejumlah sekutunya di Eropa. Mereka memberikan bantuan besar kepada Kyiv untuk melawan pasukan Rusia, dan di sisi lain, menjatuhkan ribuan sanksi ekonomi kepada Moskow agar tak memiliki anggaran untuk perang
Selama 3 tahun terakhir, Zelensky memimpin Ukraina dalam situasi perang besar melawan Rusia dengan bantuan senjata dari Barat. Dalam perang ini, Kiel Institute menyebut sekutu Barat telah memberikan bantuan senilai 366,36 euro, atau Rp 6.400 triliun.
AS adalah donor militer terbesar bagi Ukraina, yang telah memberikan atau mengalokasikan lebih dari 64 miliar euro (Rp 1.117 triliun) sejak Januari 2022 dalam bentuk senjata, amunisi, dan bantuan militer lainnya. Dari jumlah tersebut, hanya kurang dari 14 miliar euro (Rp 244 triliun) yang diperuntukkan bagi senjata berat
Pasca perdebatan Trump dan Zelensky pekan lalu, Washington menghentikan seluruh bantuan ke Ukraina. Hal ini kemudian menimbulkan kepanikan di Ukraina dan sejumlah sekutu AS di Eropa. Zelensky bahkan meminta pejabat Ukraina untuk menghubungi mitranya di AS untuk memperoleh informasi resmi mengenai pembekuan bantuan.
“Saya telah menginstruksikan menteri pertahanan, kepala intelijen, dan diplomat kami untuk menghubungi mitra mereka di AS dan memperoleh informasi resmi,” kata Zelensky kepada warga Ukraina dalam pidato malamnya.
Moskow, di sisi lain, memuji keputusan Trump. Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov menyebutnya sebagai “solusi yang benar-benar dapat mendorong rezim Kyiv menuju proses perdamaian”.
Sementara itu, negara-negara yang tergabung dalam Uni Eropa (UE) bersiap untuk memperkuat pertahanannya sendiri dengan mengucurkan dana sebesar 800 miliar euro (Rp 13.800 triliun). Secara rinci, pada pertemuan tinggi Eropa di Brussels, Selasa (4/3/2025), nantinya Komisi Eropa mengusulkan pinjaman gabungan UE baru sebesar 150 miliar euro (Rp 2.593 triliun) sebagai bagian dari pendanaan itu.
Peminjaman bersama tersebut akan digunakan untuk membangun domain kemampuan pan-Eropa seperti pertahanan udara dan rudal, sistem artileri, rudal dan amunisi, drone dan sistem siber.
“Ini akan membantu Negara Anggota untuk menyatukan permintaan dan membeli bersama. Ini akan mengurangi biaya, mengurangi fragmentasi, meningkatkan interoperabilitas, dan memperkuat basis industri pertahanan kita,” kata Presiden Komisi Ursula von der Leyen.
Von der Leyen tidak memberikan kerangka waktu yang terperinci. Namun ia mengatakan pengeluaran perlu ditingkatkan “segera sekarang tetapi juga dalam jangka waktu yang lebih lama dalam dekade ini.”
“Jika Negara Anggota meningkatkan pembelanjaan pertahanan mereka sebesar 1,5% dari PDB secara rata-rata, ini dapat menciptakan ruang fiskal mendekati 650 miliar euro,” tambah von der Leyen.
Selain itu, Komisi mengusulkan agar uang yang diterima negara-negara dari apa yang disebut dana kohesi UE yang dirancang untuk menyamakan standar hidup di seluruh Eropa, juga dapat digunakan untuk tujuan pertahanan. Dana ini disebut telah mencapai 800 miliar euro.
“Eropa siap memikul tanggung jawabnya. Eropa dapat memobilisasi hampir 800 miliar euro untuk Eropa yang aman dan tangguh. Kami akan terus bekerja sama erat dengan mitra kami di NATO. Ini adalah momen bagi Eropa. Dan kami siap untuk melangkah maju,” tuturnya lagi.
Foto: Sejumlah perahu tongkang batu bara melintas di Sungai Mahakam, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (24/7/2024). Sungai Mahakam berfungsi sebagai jalur pengangkutan batu bara. Setiap hari di sungai ini dipadati tongkang yang membawa muatan batu bara. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Direktur Jenderal Minerba dan Batubara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM Tri Winarno berharap agar pengusaha batu bara dapat mengikuti aturan tersebut. Pemerintah, kata dia, tidak menutup kemungkinan akan menerapkan sanksi apabila terdapat perusahaan batu bara yang tak mau patuh.
“Sampai saat ini belum. Tapi ke depan akan ada sanksi,” kata Tri ditemui di Gedung Kementerian ESDM, Selasa (4/3/2025).
Meski aturan ini belum mengatur sanksi secara rinci, sambungnya, perusahaan yang tidak menerapkan HBA tetap akan merasakan dampaknya.
Misalnya saja, jika Harga Patokan Batubara (HPB) ditetapkan sebesar US$ 60 per ton, tetapi perusahaan menjualnya di bawah harga tersebut, misalnya US$ 50 per ton, maka perhitungan pajak dan royalti tetap akan mengacu pada HPB sebesar US$ 60 per ton.
“Yang jelas perusahaan yang tidak melaksanakan itu kan dia pajaknya kena yang sesuai dengan HPB atau HBA. Misalnya katakanlah HPB-nya 60, terus kemudian dia jual 50. Secara royalti dia kenanya 60, secara pajak dia harus bayar kena 60,” kata dia.
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia meminta para eksportir menjual komoditas batu bara dengan menggunakan Harga Batu Bara Acuan (HBA). Hal tersebut dilakukan guna menjaga harga batu bara asal Indonesia tetap bagus di pasar global.
Bahlil pun mengaku tengah menggodok aturan yang mewajibkan para eksportir menggunakan HBA dalam proses penjualan batu bara ke luar negeri. Kebijakan ini nantinya akan tertuang di dalam Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM.
“Saya umumkan hari ini tidak dalam waktu lama lagi, kami akan mempertimbangkan untuk membuat Keputusan Menteri agar harga HBA itulah yang dipakai untuk transaksi di pasar global,” ujar Bahlil dalam Konferensi Pers Capaian Kinerja Sektor ESDM Tahun 2024, dikutip Selasa (4/2/2025).
Ia berharap para eksportir batu bara nasional dapat mengikuti kebijakan tersebut. Ia tak segan-segan memberikan rekomendasi pencabutan izin ekspor apabila terdapat perusahaan batu bara yang tak mau patuh pada aturan tersebut.
“Bila perlu, kalau tidak mau ya kita tidak usah izin ekspornya. Kira-kira begitu. Supaya masa harga batu bara di negara lain dengan negara kita dibuat kita lebih murah. Masa harga batu bara kita ditentukan oleh negara lain,” katanya.
Selama periode Januari-Februari 2025, harga minyak tercatat berfluktuasi dalam rentang yang cukup lebar, 68 dolar AS hingga 78 dolar AS per barel. Berdasarkan identifikasi, beberapa faktor yang berpotensi akan mempengaruhi keseimbangan supply–demand dan cukup berperan dalam menjadi penentu pergerakan harga minyak dunia pada tahun 2025 nantinya kurang lebih adalah:
(1) Perlambatan ekonomi China dan potensi oversupply dan,
(2) Risiko geopolitik,
(3) Implementasi kebijakan ekonomi dan energi AS – Trump, serta
(4) Kebijakan produksi OPEC+ dan kebijakan ekonomi China dalam merespons dinamika ekonomi dan geopolitik global.
Perlambatan Ekonomi China dan Potensi Oversupply Pasar minyak global pada tahun 2025 terpantau sedang menghadapi kekhawatiran terkait potensi kelebihan pasokan (surplus) yang diperkirakan berada dalam kisaran 0,4 juta barel per hari hingga 1,2 juta barel per hari.
Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap kondisi tersebut adalah perlambatan pertumbuhan ekonomi China, yang diproyeksi hanya mencapai 4,1% pada tahun 2025 dan 3,9% pada tahun 2026. Dengan pertumbuhan tersebut, permintaan minyak China diperkirakan hanya meningkat sekitar 2%, lebih rendah di bawah rata-rata satu dekade terakhir yang mencapai 5%.
Puncak permintaan minyak China juga diproyeksi akan tercapai lebih cepat dari perkiraan sebelumnya, yaitu pada tahun 2030. Tren ini terlihat dari perlambatan pertumbuhan tahunan (YoY) setelah mencapai titik tertinggi sekitar 2023-2024.
Selain itu, sepanjang 2025-2026, China diperkirakan akan mempertahankan produksi domestiknya untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor. Selama periode tersebut, produksi minyak China diproyeksi tumbuh 3% per tahun.
Di sisi lain, pasokan minyak global diproyeksi juga akan meningkat, dengan peningkatan sekitar 1,7 juta barel per hari pada 2025. Peningkatan ini terutama berasal dari negara-negara non-OPEC, dalam hal ini AS, Kanada, Brasil, dan Guyana tercatat sebagai kontributor utama.
Penurunan permintaan minyak China dan peningkatan pasokan global dapat menyebabkan pasar berada pada kondisi oversupply dan memberikan tekanan terhadap harga minyak.
Risiko Geopolitik Dinamika ketegangan dan konflik geopolitik diproyeksi juga akan menjadi faktor penting yang memengaruhi keseimbangan pasar dan pergerakan harga minyak sepanjang tahun ini. Berdasarkan data World Economic Forum (2025), pascaterjadinya perang Rusia-Ukraina, serta meningkatnya intensitas konflik di Timur Tengah dan Sudan, konflik antarnegara telah menjadi risiko terbesar dalam bisnis global untuk dua tahun ke depan.
Berdasarkan laporan tersebut, di beberapa negara seperti Armenia, Israel, Kazakhstan, dan Polandia, konflik geopolitik merupakan risiko terbesar bagi stabilitas bisnis. Sementara itu, di Mesir dan Arab Saudi, konflik geopolitik masuk dalam lima besar risiko utama yang mempengaruhi iklim investasi dan ekonomi.
Dalam keterkaitannya dengan keseimbangan pasokan dan permintaan minyak global, konflik geopolitik khususnya di wilayah Eropa Timur dan Timur Tengah, berpotensi mengganggu keseimbangan khususnya dari sisi pasokan dan distribusi minyak global.
Kebijakan Ekonomi dan Energi AS – Trump Berbagai kebijakan yang digulirkan oleh Trump, baik di tingkat domestik maupun internasional, berpotensi mempengaruhi keseimbangan pasokan minyak serta meningkatkan ketidakpastian dalam pergerakan harga minyak global.
Di tingkat domestik, sejumlah kebijakan Trump seperti kemudahan akses pendanaan bagi proyek minyak dan gas, relaksasi regulasi lingkungan dan kebijakan perizinan, berpotensi mendukung peningkatan produksi minyak AS. Produksi minyak AS pada tahun 2025 diproyeksi akan meningkat sekitar 0,6 juta barel per hari.
Di tingkat internasional, kebijakan Trump, seperti deklarasi penarikan AS dari Perjanjian Paris 2015, pencabutan larangan pengeboran di perairan AS dan Alaska, sanksi terhadap larangan ekspor untuk Rusia, Iran, dan Venezuela, serta ancaman penerapan tarif impor sebesar 25% pada produk dari Kanada dan Meksiko, serta tambahan 10% pada barang-barang dari China, menambah risiko di pasar minyak global dan membatasi potensi penurunan harga.
Dalam berbagai skenario, di Timur Tengah, peningkatan dukungan AS terhadap Israel, termasuk melalui penerapan sanksi larangan ekspor minyak Iran, dapat memperbesar risiko gangguan pasokan, berpotensi memangkas produksi hingga 1 juta barel per hari (bpd) dan mendorong harga minyak meningkat menjadi lebih dari 80 dolar AS per barel pada pertengahan 2025.
Hal serupa juga terjadi di Eropa Timur, di mana sanksi AS terhadap sektor energi Rusia, seperti yang diberlakukan pada Gazprom Neft dan Surgutneftegas pada 10 Januari, telah menyebabkan harga Brent melonjak ke level tertinggi dalam tiga bulan terakhir.
Kebijakan Produksi OPEC+ dan Respons China Selama beberapa tahun terakhir, OPEC+ relatif berhasil menjaga stabilitas pasar minyak, dengan harga minyak mentah tetap berada dalam kisaran 70 hingga 90 dolar AS per barel sejak 2021. Namun, pada tahun 2025, peluang OPEC+ untuk tidak lagi menahan tingkat produksinya cukup terbuka, hal tersebut di antaranya dipengaruhi oleh sejumlah faktor berikut:
1) Kesepakatan OPEC+ untuk menahan laju produksi saat ini hanya berlaku hingga April 2025,
2) Meningkatnya produksi dari AS, Kanada, Brasil, dan Guyana serta ketidakpastian geopolitik dapat mengurangi kontrol OPEC+ terhadap pasar minyak. Jika penyesuaian produksi terus tertunda, OPEC+ berisiko kehilangan dominasi pasarnya,
3) Tekanan internal OPEC+ semakin meningkat seiring ekspansi kapasitas produksi beberapa negara anggotanya seperti Kazakhstan, Nigeria dan Uni Emirat Arab (UEA) telah memperluas kapasitas produksinya pada tahun ini.
Kebijakan ekonomi China juga berperan signifikan dalam menjaga stabilitas harga minyak, terutama terkait sanksi terhadap Iran. Saat ini, China tercatat menyerap 90% ekspor minyak Iran, dengan porsi sebesar itu China berkontribusi dalam meredam dampak pemangkasan pasokan akibat sanksi, sehingga potensi kenaikan harga minyak dapat lebih terkendali.
Short Term Outlook Berdasarkan sejumlah catatan di atas, dengan tingkat ketidakpastian yang meningkat, dinamika pasar minyak global, paling tidak untuk short term outlook hingga semester I 2025 ini, dapat mengarah pada kondisi baik undersupply maupun oversupply secara temporer.
Gangguan pasokan berpeluang terjadi akibat eskalasi risiko geopolitik atau intervensi kebijakan AS pasar minyak global. Namun, dengan kondisi pasar yang saat cenderung oversupply, gangguan pasokan yang terjadi kemungkinan tidak akan secara signifikan mendorong peningkatan harga minyak secara drastis.
Dalam kondisi undersupply temporer, harga minyak secara rata-rata kemungkinan berpotensi sedikit meningkat hingga pada kisaran 80 dolar AS per barel hingga 90 dolar AS per barel. Kondisi oversupply secara terbatas dapat dikatakan relatif berpeluang muncul akibat perubahan dinamika produksi di antara negara-negara anggota OPEC+ serta produsen minyak di luar kelompok tersebut.
Kedua kelompok ini memiliki kepentingan untuk mengatur level produksi dan pasokan guna mengendalikan harga. Pada kondisi ini, di mana tidak terjadi gangguan pasokan yang signifikan maupun kelebihan pasokan secara berlebihan, harga minyak diperkirakan akan bergerak moderat dalam kisaran 70-75 dolar AS per barel.
Kondisi oversupply yang tidak dapat ‘dikendalikan’, namun demikian, juga tetap berpeluang terjadi, yaitu jika perlambatan ekonomi global terjadi sebagai akibat dari perang dagang AS dan dunia dan ketidakpastian lainnya. Pada kondisi ini, meskipun kecil kemungkinan untuk terjadi pada short term semester I tahun 2025 ini, harga minyak berpotensi mengalami tekanan dan bergerak ke bawah 60 dolar AS per barel.
CEO Acer Jason Chen dalam wawancaranya baru-baru ini dengan Telegraph, mengungkap kenaikan harga secara presisi. Ia mengatakan harga jual laptop di AS akan naik 10%.
“Kami harus menyesuaikan harga ritel untuk konsumen dalam merefleksikan tarif. Kami pikir kemungkinan ada kenaikan harga 10% karena pajak impor,” ia menuturkan kepada Telegraph, dikutip dari PCWorld, Rabu (19/2/2025).
Kenaikan 10% tarif impor untuk barang China yang diberlakukan Trump merupakan tambahan dari biaya impor yang sudah ada sebelumnya. Konsumen akan melihat kenaikan harga laptop Acer mulai Maret 2025 mendatang.
Trump mengancam akan menaikkan impor barang dan komponen dari beberapa mitra dagang AS, termasuk sekutu dekat seperti Kanada, Meksiko, dan Taiwan. Acer sendiri merupakan perusahaan berbasis Taiwan.
Meskipun Chen memilih produksi berbasis AS sebagai alternatif, biaya tenaga kerja dan material akan menjadikan AS sebagai pengganti lini produksi yang buruk untuk hampir semua produk.
Terlebih jika Trump menerapkan tarif pada bahan-bahan impor penting seperti baja dan aluminium, sehingga memperburuk biaya produksi di industri dalam negeri seperti mobil.
Meskipun pemerintahan Biden mencoba merangsang produksi chip dalam negeri dengan UU CHIPS, perlu waktu beberapa tahun sebelum peningkatan kapasitas pengecoran dapat ditingkatkan.
Mayoritas laptop dan perangkat elektronik dirakit di China. Beberapa nama kawakan yang memiliki fasilitas perakitan di China adalah Acer, Lenovo, Dell, Apple, Asus, dan HP.
Semuanya akan menghadapi kenaikan tarif pada produk laptop akhir dan produk-produk lain. Asosiasi Teknologi Konsumen mengatakan masyarakat AS harus membiasakan diri menghadapi kenaikan harga untuk komputer dan barang-barang elektronik lain selama kepemimpinan Trump 4 tahun ke depan.
Foto: Jasad makhluk ‘bukan manusia’ yang diduga alien diperlihatkan saat sidang kongres di Mexico City, Selasa (12/9/2023) waktu setempat. (REUTERS/Henry Romero)
NASA yang mengambil sampel dari asteroid Bennu dalam misi OSIRIS-REx menemukan residu senyawa yang tertinggal karena penguapan air cair. Penulis utama penelitian dari Museum Sejarah Alam Nasional Smithsonian, Tim McCoy menjelaskan para peneliti belum pernah menemukan beberapa material itu.
Senyawa yang ditemukan NASA itu berasal dari berasal dari endapan penguapan larutan air garam. Endapan tersebut merupakan larutan air dengan konsentrasi garam yang tinggi.
“Beberapa mineral ini sebenarnya mengandung air dalam struktur kristalnya dan karena kita tahu cairan paling melimpah di alam semesta adalah air,” jelasnya dikutip dari Popsci, Sabtu (1/3/2025).
Salah satu senyawa pada Bennu yang ditemukan adalah natrium karbonat. Kemudian tim menemukan 11 senyawa lain yang terkonsentrasi dalam larutan air garam dan mengendap saat air menguap.
Menurut penelitian, temuan tersebut menunjukkan keberadaan air cair dalam tempat asal Bennu atau asteroid induk. Objek tersebut sangat besar dan akhirnya menjadi potongan kecil selama 65 juta tahun.
Asteroid induk itu terbentuk dari es dan mencair karena panas dari regolith asteroid selama ribuan tahun. Penguapan air dan kehancuran asteroid, membuat penerusnya asteroid kecil memiliki senyawa yang ada dari induknya.
Temuan terbaru NASA ini juga memungkinkan pendahulu Bennu mengetahui adanya tanda kehidupan pertama. Air garam berada dalam asteroid tersebut dengan lingkungan yang mendukung perkembangan senyawa organik.
Tim peneliti juga memperkirakan air garam yang sama ada di alam semesta yang penuh dengan misteri. Mulai dari Enceladus yang merupakan bulan Saturnus dan Ceres dari Mars.
Selain itu, keberadaan senyawa es juga menjawab tempat asal asteroid pendahulu Bennu. McCoy menyebutkan berada di luar garis salju Tata Surya.
Sebagai informasi, garis salju adalah jarak dengan bintang dan suhunya di bawah titik beku air. Lokasi tersebut menunjukkan awal terbentuknya tata surya.
Saat itu, awan debu dan gas akan mengelilingi bintang baru lahir yang menyatu dengan cakram protoplanet. Ini merupakan tempat sistem orbit planet dan objek lainnya.
“Fakta asteroid induk Bennu mengandung es, artinya terbentuk di luar garis salju Tata Surya,” jelasnya.
Foto: Pengemudi transportasi online melakukan unjuk rasa di depan gedung Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Jakarta, Senin (17/2/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Tuntutan yang dibacakan juga masih seputar pemberian THR hingga memicu komentar dari Menteri Ketenagakerjaan Yassierli dan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer. Sebelum membahas ke arah pemberian THR, ada baiknya pembahasan dimulai dari status driver transportasi online.
Dalam laporan Celios (2024), driver transportasi online sangat dekat dengan definisi pekerja gig. Pekerja gig sendiri, merupakan pekerja dengan lepas dengan memiliki karakteristik fleksibel dan mendapatkan lebih dari satu sumber penghasilan.
Pekerja gig sendiri terbagi menjadi dua tipe, yaitu location–basedgig worker dan online based gig worker.Driver transportasi online dapat dimasukkan ke dalam location–based gig worker di mana istilah ini mengacu pada pekerja gig yang melakukan tugas atau proyek berdasarkan lokasi geografis tertentu.
Artinya, pekerja ini menangani pekerjaan atau proyek yang membutuhkan kehadiran fisik di lokasi tertentu, biasanya dalam batas-batas geografis tertentu. Pekerja gig, status pekerjanya bukanlah pekerja formal seperti pada umum-nya.
Pekerja gig menggunakan pendekatan kemitraan alih-alih pekerja formal. Tentu, status pekerjaan yang berbentuk kemitraan membuat pembahasan mengenai THR ini tidak kunjung selesai. Secara hukum, THR hanya diberikan kepada pekerja tetap dan tidak tetap.
Namun demikian, status pekerja gig adalah kemitraan yang diatur oleh UU Nomor 20 Tahun 2008. Demikian pula, status dari platform penyedia pekerjaan gig bukan perusahaan yang memiliki pekerja gig.
Status kemitraan ini yang belum dipahami oleh pemangku kebijakan di mana status pekerja gig, seperti driver transportasi online, masih belum jelas. Tidak ada kesepakatan resmi bahwa pekerja gig ini sebagai kemitraan.
Maka dari itu, pekerja gig sering berharap aturannya disamakan dengan pekerja formal. Padahal, kontrak kerjanya berbentuk kemitraan yang dekat dengan pengaturan di Kementerian UMKM, bukan di Kementerian Ketenagakerjaan.
Platform digital mempunyai bentuk two–sided market atau pasar dua sisi di mana platform melayani dua jenis konsumen. Konsumen pertama adalah para konsumen akhir, seperti contohnya penumpang dalam transportasi online.
Konsumen kedua adalah pekerja gig, contohnya adalah driver transportasi online. Platform secara sistem kerja mempertemukan konsumen dalam satu wadah. Ada interaksi langsung antar jenis konsumen yang difasilitasi oleh platform.
Pemberian tambahan pendapatan bagi mitra pekerja gig dapat mempengaruhi dari sisi ekosistem dan juga permintaan dari konsumen akhir. Ketika beban operasional meningkat, maka akan berpengaruh terhadap harga jual kepada konsumen.
Pada akhirnya, konsumen akan mendapatkan harga yang lebih tinggi, dan menurunkan permintaan. Secara agregat, pendapatan mitra bisa berkurang.
Dengan definisi pekerja gig, jenis kemitraan, kondisi bentuk pasar, dan dampak kebijakan, bukan persoalan gampang bagi pemerintah untuk mengatur pekerja gig, termasuk juga pemberian THR bagi pekerja gig. Perlu pendalaman mengenai karakteristik dan hubungan antara konsumen dan platform digital.
Tidak seperti hubungan ekonomi pada umumnya, tapi sistem ekonomi menggunakan platform harus menjaga keseimbangan antara permintaan dan penawaran dari jenis konsumen yang berbeda.
Jaring Pengaman Sosial Bisa dikatakan, alih-alih mendorong adanya THR yang tidak ada aturan resminya, lebih baik pemerintah memikirkan untuk memberikan jaring pengaman sosial bagi pekerja gig, termasuk driver transportasi online. Perlindungan kesehatan, keselamatan kerja, serta jaminan sosial harus menjadi prioritas utama.
Data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Badan Pusat Statistik (BPS) (diolah, 2023) menunjukkan bahwa hanya 8,1 persen pekerja informal yang mempunyai jaminan ketenagakerjaan, termasuk di dalamnya adalah driver transportasi online.
Lebih lanjut lagi, hanya 5,8 persen pekerja gig di Indonesia yang mempunyai jaminan kesehatan. Hanya 7,25 persen pekerja gig yang mempunyai jaminan kecelakaan kerja.
Jadi masalah jaring pengaman sosial ini lebih konkret untuk diselesaikan. Skema yang melibatkan pembagian tanggung jawab antara perusahaan, pemerintah, dan driver sendiri perlu dirancang agar ekosistem ini tetap berkelanjutan dan adil bagi semua pihak.
Lebih dari itu, pemerintah harus segera mengambil langkah konkret dengan menyusun regulasi yang kuat untuk ekonomi digital. Hubungan kemitraan antara platform dan pekerja digital harus diatur dengan lebih baik agar tidak terjadi eksploitasi.
Model Gig Economy memang menawarkan fleksibilitas bagi pekerja, tetapi fleksibilitas ini harus dibarengi dengan perlindungan yang layak. Perlindungan ini dapat dijewantahkan dalam penyetaraan posisi pekerja gig dan platform.
Dalam pengaturan hubungan antara platform dan kedua sisi konsumen, perlu ada penyetaraan. Kesetaraan ini juga berhubungan dengan bisnis berbasis kemitraan setara antara platform dan pekerja gig.
Kesetaraan ini diperlukan untuk bisa membuat daya tawar masing-masing pihak setara. Misalkan, ada kebebasan bagi driver memilih hari kerja tanpa ada paksaan dari platform.
Platform pun dengan sadar harus memberikan keleluasaan bagi mitra untuk memilih apakah bekerja di hari tersebut atau tidak tanpa ada konsekuensi apapun dari platform. Kesetaraan ini juga menjunjung karakteristik fleksibilitas dalam ekonomi gig.
Kembali ke awal, isu pemberian THR yang selalu diulang merupakan salah langkah yang diambil oleh driver transportasi online. Kita perlu mendorong platform dan pemerintah untuk menuntaskan permasalahan yang lebih krusial, yaitu pemberian jaring pengaman sosial dan kesetaraan hubungan.
Maka dari itu, pemerintah, platform, driver transportasi online, dan perwakilan penumpang perlu duduk bersama untuk merumuskan kebijakan-kebijakan yang bersifat melindungi semua pihak serta memberikan pengaturan yang adil bagi semua pelaku di ekosistem transportasi online.