“Tidak berarti bahwa kita ingin merelokasi warga Gaza. Tidak,” ujar Sugiono dalam keterangan yang disampaikan mengutip keterangan pers Sekretariat Presiden, dikutip Minggu (13/4/2025).
Sugiono bilang, Indonesia hanya menyatakan kesiapan untuk menampung korban luka, anak yatim, dan pelajar Gaza secara sementara, jika diperlukan. Ia juga mengingatkan bahwa sejak awal, Indonesia menolak segala bentuk relokasi paksa terhadap warga Gaza.
“Dari awal kami sudah menyampaikan dari Kementerian Luar Negeri bahwa Indonesia tidak setuju dalam upaya relokasi paksa warga Gaza dalam bentuk apapun. Semua ini dilakukan harus sukarela dan harus dengan persetujuan dari semua pihak yang ada di Palestina,” ujar Sugiono,
“Jadi jangan kemudian diartikan bahwa kita ingin mereka direlokasi, kita ingin ini menyampaikan rasa kepedulian,” ujarnya menambahkan.
Sugiono menjelaskan, rencana ini masih dibicarakan Presiden RI Prabowo Subianto dengan pemimpin negara di Timur Tengah lainnya. Mekanisme menampung sementara korban perang ini, kata ia, harus disetujui juga oleh pemimpin negara di kawasan.
“Harus semua setuju. Kalau ada satu saja yang tidak sepakat, maka tidak akan ada kesepakatan,” jelas Sugiono.
Sebelum melakukan lawatan ke lima negara, yakni Uni Emirat Arab, Turki, Qatar, Mesir, dan Yordania, Prabowo menyatakan kesiapan Indonesia untuk menerima evakuasi korban konflik di Gaza, Palestina. Setidaknya pada gelombang pertama Indonesia disebut mampu menampung hingga 1.000 orang.
Koreksi ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif resiprokal yang memicu kembali ketegangan dagang global. Dengan harga energi, logam industri, hingga hasil pertanian yang jatuh serentak dalam gelombang jual besar-besaran, apakah kita sedang bersiap menghadapi badai resesi?
Meski sempat ada pemulihan teknikal pasca sinyal pelonggaran sebagian tarif oleh Trump, pasar belum benar-benar pulih. Sebaliknya, eskalasi justru berlanjut dengan kenaikan tarif impor dari China menjadi 125%, meningkatkan risiko perlambatan permintaan global.
“Bagi kami, runtuhnya harga komoditas adalah circuit breaker, tanda bahwa roda ekonomi global tengah melambat secara sistemik,” tegas Marko Papic, pakar makro dan geopolitik dari BCA Research kepada CNBC International.
Dari seluruh subsektor, energi mencatatkan pelemahan terdalam, dengan koreksi sekitar 12% dalam sembilan hari terakhir. Disusul logam industri yang turun hampir 9%, dan komoditas agrikultur yang terkoreksi 5,2%, menurut data S&P Global.
Di pasar minyak, harga Brent pada akhir pekan ini, Jumat (11/4/2025) ada di posisi US$ 64,76 dan WTI ada di US$ 61,5 per barel. Keduanya masih di zona terendah dalam empat tahun terakhir meski sempat menguat setelah Trump mengumumkan U-turn tarif.
Tekanan tambahan datang dari keputusan OPEC+ untuk mempercepat jadwal penambahan produksi, yang semakin membebani prospek harga. Goldman Sachs pun menurunkan proyeksi harga minyak untuk akhir tahun menjadi US$62 untuk Brent dan US$58 untuk WTI.
Harga tembaga, sebagai indikator utama aktivitas industri, juga berada di bawah tekanan. Kontrak tembaga di New York saat ini diperdagangkan di level US$8.380 per ton, turun lebih dari 16% sejak awal April, menurut data FactSet.
Ewa Manthey, analis ING menyebutkan, tekanan harga diperburuk oleh prospek suram sektor properti di China, yang masih menjadi konsumen utama logam industri global. “Permintaan dari China belum menunjukkan pemulihan berarti, sementara ekonomi AS juga diproyeksi melambat akibat tekanan tarif,”
Goldman Sachs pun memangkas proyeksi harga tembaga, memperkirakan bahwa harga dapat kembali menyentuh level US$6.500-US$5.900 per ton-setara dengan harga saat puncak perang dagang dan awal pandemi.
Kekhawatiran perlambatan ekonomi kini makin terstruktur. JPMorgan memproyeksikan PDB AS akan terkontraksi 0,3% tahun ini, berbalik dari performa kuat tahun lalu. Dengan pergerakan harga minyak yang terus melemah sejak awal April, analis ING menyebut pasar kini mulai mempersiapkan skenario terburuk, perlambatan serentak antara AS dan China. Sementara itu, menurut Fitch Solutions, probabilitas AS masuk ke resesi telah menembus 50%.
“Pasar komoditas dihantam bukan hanya oleh tekanan fundamental, tapi oleh sentimen yang membusuk dengan cepat-seiring meningkatnya ketegangan geopolitik dan hilangnya kepercayaan terhadap permintaan global,” ungkap Sabrin Chowdhury, kepala riset komoditas di Fitch Solutions.
Dengan probabilitas resesi AS kini diperkirakan menembus 50%, tidak mengherankan jika investor mulai menarik diri dari aset riil. Bahkan, gelombang jual ini mungkin baru permulaan. Jika krisis kepercayaan makin dalam, maka tekanan berikutnya bisa lebih brutal juga merata ke seluruh dunia.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa keputusan memperbesar impor LPG dan minyak mentah merupakan bagian dari strategi negosiasi yang dilakukan Pemerintah Indonesia. Terutama, untuk menyeimbangkan neraca perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat.
“Kalau seandainya sektor ESDM, maka kita akan memperbanyak di sektor LPG sama minyak dan saya lagi meng-exercise dengan tim saya, agar kita bisa melakukan pembelian di sana, supaya bisa membuat neraca pedagang kita balance,” ungkapnya di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (11/4/2025).
Bahlil memahami dalam kondisi ekonomi global yang penuh tantangan saat ini, masing-masing negara akan memprioritaskan kepentingan domestiknya. Oleh sebab itu, masing-masing negara pasti mempunyai strategi yang berbeda.
“Karena gini, kontribusi pertumbuhan ekonomi kita itu 53% itu dari konsumsi, 30% itu dari investasi. Spending pemerintah sekitar 5-6%. Ekspor-impor kita ini 3-5%. Total ekspor kita ke Amerika itu 10%. Jadi jangan dianggap bahwa seolah-olah ini barang yang besar. Tidak, tapi kita harus hati-hati,” ujarnya.
Sebelumnya, Bahlil membeberkan porsi impor minyak mentah RI dari Amerika Serikat selama ini hanya sekitar 4% dari keseluruhan impor, sementara untuk LPG, saat ini berkisar 54%.
Adapun, impor migas untuk konsumsi dalam negeri selama ini berasal dari Singapura, Timur Tengah, Afrika, hingga Amerika Latin.
Dengan akan ditambahkannya impor LPG dari AS, Bahlil pun mengakui volume impor dari negara-negara lainnya akan dikurangi, seperti dari Timur Tengah, Afrika, maupun Singapura.
“Tidak disetop juga, tapi volumenya yang mungkin dikurangi. Tidak disetop, volumenya yang mungkin dikurangi,” kata Bahlil terkait impor LPG dari negara lain selain AS.
Lantas, berapa besar sebenarnya RI sudah mengimpor LPG dari AS selama ini?
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), selama Januari-Desember 2024 RI mengimpor Liquefied Propane and Butane alias LPG sebanyak 3,94 miliar kilo gram (kg) atau sekitar 3,94 juta ton dari Amerika Serikat.
Adapun nilai impor LPG dari AS selama 2024 tersebut tercatat mencapai US$ 2,03 miliar atau sekitar Rp 32,22 triliun (kurs rata-rata sepanjang 2024 Rp 15.847 per US$).
Selain LPG, RI ternyata juga mengimpor minyak mentah (crude) dari AS. Namun, sepanjang 2024 impor minyak dari AS tercatat 668,47 juta kg dengan nilai sebesar US$ 430,87 juta atau sekitar Rp 6,8 triliun.
Berdasarkan data BPS, total impor LPG, liquefied propane dan butane, sepanjang 2024 tercatat mencapai 6,89 miliar kg atau 6,89 juta ton. Adapun total nilai impor LPG pada 2024 tercatat mencapai US$ 3,79 miliar.
Artinya, impor LPG dari Amerika Serikat mendominasi, yakni mencapai 57% dari total volume impor LPG RI. Sementara dari sisi nilai, impor LPG dari AS mencapai 53% dari total impor LPG RI.
Seperti diketahui, Indonesia dikenakan tarif resiprokal 32% oleh Pemerintahan Donald Trump, yang diumumkan pada Rabu (2/4/2025) waktu setempat.
Jika dilihat dari perdagangan AS, neraca perdagangan Paman Sam dengan Indonesia saat ini negatif (defisit) untuk tahun 2024, artinya nilai impor AS dari RI lebih besar daripada nilai ekspor AS ke RI. Dari data Gedung Putih, nilainya minus US$ 18 miliar.
Namun apabila dilihat dari sisi Tanah Air, Indonesia mencatat surplus tak sampai US$17 miliar pada 2024.
Merujuk data Kementerian Perdagangan RI, Indonesia surplus perdagangan sebesar US$14,34 miliar pada Januari-Desember 2024. Defisit tersebut menempatkan Indonesia di peringkat ke-15 dalam daftar negara dengan defisit perdagangan terbesar bagi Negeri Paman Sam.
Dalam pasar modal Indonesia, terdapat sejumlah saham yang memiliki harga per lembar sangat tinggi, yang dimana hal ini menggambarkan kapitalisasi pasar besar dan ekspektasi pertumbuhan jangka panjang dari investor. Harga saham yang tinggi ini umumnya berasal dari emiten dengan fundamental kuat, dominasi pasar, serta potensi keuntungan berkelanjutan.
Di saat IHSG mengalami fluktuasi tajam, saham-saham mahal cenderung mengalami koreksi lebih terbatas karena didominasi oleh institusi dan investor jangka panjang yang tidak reaktif terhadap sentimen jangka pendek.
Selanjutnya, dalam pasar saham global, terdapat sejumlah emiten yang mencatatkan harga saham per lembar paling mahal di dunia. Saham-saham ini biasanya dimiliki oleh perusahaan mapan dengan sejarah panjang, arus kas stabil, dan nilai intrinsik tinggi. Tingginya harga saham tersebut bukan hanya mencerminkan reputasi perusahaan, tetapi juga cerminan eksklusivitas dan kepercayaan investor jangka panjang.Ketika risiko meningkat (misalnya akibat kebijakan Trump yang tidak pasti), investor institusi global justru menambah posisi di saham blue chip mahal untuk menjaga kestabilan portofolio.
Di bawah ini adalah daftar lima saham termahal di dunia saat ini jika di konversikan ke dalam mata uang rupiah saat ini (Rp 16.835/US$)
Dilihat dari gonjang-ganjing keadaan pasar saat ini yang dipenuhi dengan ketidakpastian akibat kebijakan dagang global, fluktuasi suku bunga, serta tekanan geopolitik, saham-saham dengan harga tinggi baik di Indonesia maupun di dunia justru menjadi sorotan utama sebagai aset defensif.
Tingginya harga dan valuasi yang menyertainya bukan semata soal prestise, melainkan representasi atas kekuatan fundamental, stabilitas keuangan, dan kepercayaan jangka panjang investor.
Dalam konteks ini, saham-saham blue chip di Indonesia atau Berkshire Hathaway di Amerika Serikat menjadi contoh bagaimana kualitas perusahaan mampu menarik minat investor meskipun di tengah gejolak pasar. Hal ini menunjukkan bahwa dalam investasi, nilai jangka panjang dan kredibilitas bisnis seringkali lebih penting dibandingkan reaksi jangka pendek terhadap volatilitas pasar.
Dengan begitu, memahami korelasi antara harga saham, valuasi, dan kondisi makroekonomi global menjadi krusial bagi investor yang ingin membangun portofolio yang tangguh dan berkelanjutan. Saham mahal bukan berarti overvalued tetapi justru bisa menjadi simbol stabilitas dan ketahanan dalam menghadapi risiko pasar.
Di antara gelombang lautan yang tak henti berdesir, ada satu sumber pangan yang tak lekang oleh waktu. Sarden, ikan kecil yang kaya gizi, telah lama menjadi bagian dari masyarakat Indonesia. Dengan aksesibilitasnya yang luas, ketahanan dan keamanan, serta kreasi penyajiannya yang mudah, Ikan Sarden dalam kemasan telah ikut berperan penting sebagai solusi ketahanan pangan dan akses makanan, termasuk di kala bencana.
Pemerintah sendiri tengah giat mengkampanyekan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan, untuk meningkatkan konsumsi ikan dan kesadaran masyarakat akan manfaatnya, terutama terkait dengan kandungan gizi ikan sebagai sumber protein penting bagi tubuh. Ironisnya, sebagai negara maritim dengan 70% luas lautan, tingkat konsumsi ikan di Indonesia masih menjadi tantangan. Data Kementerian Kelautan dan Perikanan RI pada Oktober 2023 menunjukkan angka konsumsi ikan masyarakat Indonesia masih berada pada angka 57,61 kilogram/kapita. Sementara, jika melihat dari laporan dalam siaran pers Kementerian Kelautan dan Perikanan Februari lalu, asupan protein masyarakat berada di angka 62,3 gram/kapita/hari di 2023, dengan 9,25 gramnya atau hanya 14,8% berasal dari protein hewani, khususnya ikan.
Di tengah target swasembada pangan di 2029 dan perdebatan panjang mengenai ketahanan pangan dan peningkatan konsumsi ikan sebagai sumber protein, bagaimana produk yang satu ini dapat berkontribusi? Serta, bagaimana inovasi dari produsen lokal bisa menjadi bagian dari solusi nasional?
Olahan Sarden, sumber protein yang sering terlupakan. Terjangkau & bergizi tinggi.
Protein adalah bahan bangunan utama tubuh manusia dan diperlukan untuk pertumbuhan dan perbaikan sel, serta mendukung sistem kekebalan tubuh. Asupan protein yang cukup menjadi kunci bagi tubuh untuk menjalankan fungsi-fungsinya dengan baik.
Salah satu produk ikan olahan yang sering dipandang sebelah mata adalah Sarden. Ikan kecil ini tidak hanya digemari masyarakat, tapi juga yang kaya protein dan relatif lebih terjangkau.
Berdasarkan data dari ABC Indonesia, salah satu produsen Ikan Sarden kemasan yang telah hadir hampir 50 tahun di Indonesia, produk Sarden ABC dibuat dari ikan sarden segar, tanpa pengawet, menggunakan standar produksi ketat untuk mempertahankan kandungan gizi di dalamnya, termasuk Omega 3&6, DHA, Vitamin D, B3, B12, Kalsium dan Fosfor. Dengan kandungan protein mencapai 9g per 50g sajian, harga rata-rata produk sarden bisa 26% lebih murah dari ayam dan 61% lebih murah dari daging.
Selain disantap secara langsung, Sarden ABC juga bisa diolah menjadi berbagai kreasi menu. Salah satunya menjadi Tumis Sarden Tahu Telur, yang hanya membutuhkan bahan-bahan yang biasanya sudah tersedia di dapur seperti bawang putih, telur, garam, bawang merah dan jahe.
Selain itu, banyak perusahaan China yang juga sudah meluncurkan layanan komersial robotaxi. Bahkan, beberapa kota di China sudah ‘lumrah’ dengan keberadaan robotaxi.
Namun, mimpi besar Musk untuk meningkatkan persaingan Tesla di industri robotaxi terancam gagal total. Padahal, Musk telah menjanjikan sistem mobil otomatis kepada investor sekitar satu dekade lalu.
Namun hingga kini belum ada kemajuan apapun dari proyek besar tersebut. Tesla baru mengadopsi sistem otomatis sebagian saja. Tenggat yang diumbar Musk untuk merilis robotaxi pada Juni mendatang belum kelihatan tanda-tanda realisasinya.
Sistem Tesla di Amerika Serikat (AS) bernama Full Self Driving (FSD) itu menggunakan kamera dan software. Keduanya akan menavigasi mobil secara otomatis ke jalanan hingga melakukan pengereman maupun merespon lampu lalu lintas, dikutip dari CNBC Internasional, Selasa (8/4/2025).
Meski begitu, Tesla tetap mengingatkan pentingnya kontrol manusia di balik kemudi mobil. Dalam buku petunjuk, sistem mengharuskan pengguna memegang kemudi dengan tangan dan memperhatikan kondisi jalanan sekitar.
Aspek keamanan dan keselamatan jadi kekhawatiran yang muncul dengan sistem FSD. Banyak pengguna yang mengabaikan ketentuan dan menggunakannya tanpa memegang kemudi.
Sejumlah laporan tabrakan yang mengakibatkan cedera dan kematian juga terus terdengar.
Di sisi lain, Tesla juga harus mendapatkan tantangan karena pilihan politik Musk. Dia diketahui sebagai pendukung setia Donald Trump hingga akhirnya menjadi bagian pemerintahan kedua presiden AS itu.
Musk memimpin tim Departemen Efisien Pemerintah atau dikenal sebagai DOGE. Tugasnya memangkas tenaga kerja dan anggaran pemerintah.
Setidaknya data dari Challenger Gray menyebutkan tim DOGE membuat lebih dari 280 ribu rencana PHK dan kontraktor federal pada 27 lembaga selama dua bulan terakhir.
Hal ini jelas menimbulkan reaksi keras pada Tesla. Perusahaan mendapatkan berbagai aksi protes, boikot hingga aksi kriminal vandalisme, yang membuat pelanggan beralih ke merek lain.
Hambatan Tesla untuk mewujudkan robotaxi juga dipicu perang dagang terbaru yang ditetapkan Trump. Padahal, banyak komponen Tesla yang dibeli dari China, salah satu negara yang kena tarif tinggi dari Trump.
Pantauan CNBC Indonesia di Kemenko Perekonomian, beberapa pejabat sudah hadir sejak awal, diantaranya Wamen Keuangan Anggito Abimanyu dan Sekjen Kemenkeu Heru Pambudi, Wamen Perindustrian Faisol Riza dan pejabat lainnya.
Tidak ketinggalan hadir juga pejabat Dubes AS menggunakan plat CD 12 30 datang ke Kemenko Perekonomian.
Awak media masih menunggu di lokasi Doorstop untuk menanyakan kebijakan yang akan diambil pemerintah.
Indonesia menegaskan akan menempuh jalur diplomasi dan negosiasi untuk mencari solusi yang saling menguntungkan bagi kedua negara. Pemerintah menyebut langkah tersebut diambil dengan mempertimbangkan kepentingan jangka panjang hubungan perdagangan bilateral, serta untuk menjaga iklim investasi dan stabilitas ekonomi nasional.
“Kita dikenakan waktu yang sangat singkat, yaitu 9 April, diminta untuk merespons. Indonesia menyiapkan rencana aksi dengan memperhatikan beberapa hal, termasuk impor dan investasi dari Amerika Serikat,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Rapat Koordinasi Terbatas Lanjutan terkait Kebijakan Tarif Resiprokal Amerika Serikat yang digelar secara virtual, Minggu (6/4/2024).
Selain itu Pemerintah juga memperhatikan potensi dampak kebijakan tarif terhadap industri apparel dan alas kaki yang dinilai rentan terhadap fluktuasi pasar global, sehingga Pemerintah berkomitmen untuk terus memberikan dukungan melalui berbagai insentif yang tepat sasaran untuk menjaga daya saing dan keberlangsungan usaha.
Para pemburu emas Antam ini rela antre berjam-jam demi mendapatkan logam mulia yang harganya tengah meroket.
Seperti diketahui harga emas Antam sempat tembus rekor tertinggi mencapai Rp 1.836.000 per gram beberapa waktu lalu. Meski saat harganya saat ini sudah mulai turun menjadi Rp 1.781.000 per gram.
Seorang pembeli yang bernama Vicky Lontoh contohnya, ia rela mengantre sejam jam setengah 6 (pagi) dan sudah mendapatkan nomor antrean 53. Bahkan sehari sebelumnya ia juga sempat mengantre dari jam 7 pagi, namun mendapatkan nomor antren 70.
“Saya maju jam antrenya ternyata hari ini saya datang setengah 6 dapat nomor 50an, artinya masih banyak yang lebih pagi lagi,” kata Vicky, kepada CNBC Indonesia, Minggu (6/4/2025).
Ia pun mengaku rela menunggu berjam-jam demi mendapatkan satu keping emas batang sebanyak 25 gram sebagai investasi. Ia percaya kemungkinan harga emas bisa tembus hingga Rp 2.000.000 per gram pada bulan ini, selain mempergunakan uang THR-nya.
“Beberapa faktor orang sekarang lagi pegang duit, kedua buat investasi. Karena sekarang Rp 1.800.000 sebelumnya naik drastis, sebelum lebaran itu naik Rp 300 ribu dalam waktu seminggu doang. Jadi orang mikir bener juga nih bisa Rp 2.000.000,” kata Vicky.
Sedangkan seorang ibu-ibu yang enggan menyebutkan nama lengkapnya juga mengatakan sudah mengantre sejak pukul 06.30 WIB dan mendapatkan nomor 131.
“Udah mulai ramai kondisinya, PIM masih terutup jadi saya memutar untuk ke sini,” kata Ani.
Sedangkan Risma juga mengantre sejak pukul 08.30 mendapatkan nomor antrean mencapai 180.
Menurut satpam dan petugas yang berjaga, antrean pembelian emas Antam ini sudah terjadi sejak menjelang lebaran, hingga setelah lebaran. Puncaknya pembelian sempat terjadi pada tanggal 2 April 2025 lalu setelah lebaran.
“Kemarin antrean seharian sampai ditutup sekitar 150an, hari ini lebih ramai mungkin karena hari terakhir di PIM,” sebutnya.
Siapa sangka, ternyata ada mobil di Indonesia yang bisa berjalan tanpa BBM. Apalagi, mobil tersebut 2.000 cc. Hanya saja, untuk bisa melihat mobil ini kita harus memundurkan waktu ke tahun 1893 atau 132 tahun lalu.
Mobil tersebut adalah kendaraan roda empat pertama di Indonesia, yakni Benz Viktoria yang menggendong mesin 2.000 cc. Pemiliknya adalah Sultan dari Kesultanan Surakarta, Pakubuwana X. Pada 1894, Pakubuwana X melakukan pembelian mobil dari Eropa seharga 10.000 gulden.
Saat tiba di Indonesia, mobil pertama di Indonesia itu langsung buat heboh. Sebab, Gubernur Jenderal Hindia Belanda dan Ratu Belanda saja belum punya mobil. Keduanya sama seperti masyarakat umum yang masih memakai kereta kuda sebagai moda transportasi.
Kehebohan itu makin menjadi-jadi karena orang heran ada kendaraan yang melaju kencang melebihi kereta kuda. Terlebih, kendaraan tersebut berjalan tanpa ditarik kuda. Atas dasar ini, mobil pertama itu dijuluki kereta setan.
Ketika Benz Viktoria tiba di Indonesia, apakah bergerak menggunakan bensin seperti sekarang? Jika iya, bagaimana cara mendapatkannya?
Jawabannya, tidak. Benz Viktoria tidak menggunakan bensin, tapi memakai bahan bakar bernama naphtha.
Naphtha merupakan hasil sulingan murni minyak bumi berwarna kuning yang tanpa dicampur zat kimia. Dulu, naphtha digunakan untuk pelumas industri. Encyclopaedia Brittanica menyebut naphtha kini merupakan sejenis pengencer dan pelarut yang jadi bahan baku pembentukan bensin.
Keberadaan naphtha sudah lebih dulu ada di Indonesia seiring kemunculan industri minyak bumi. Jejak Naphtha sudah tercatat oleh banyak koran-koran di masa kolonial, sebelum kemunculan Benz Viktoria milik Raja Jawa itu pada 1893.
Harian Java Bode (23 Juli 1892), misalnya, menyebut Naphtha sudah dikirim ke luar negeri seiring hadirnya pertambangan minyak bumi. Lalu, pada 21 Juni 1899, harian Soerajaijasch Handelsblad sudah menjelaskan bagaimana proses pemisahan hasil minyak bumi menjadi minyak tanah dan Naphtha yang akan dipakai untuk hal berbeda.
Tentu saja, keberadaan Naphtha tak mudah diperoleh. Alias harganya mahal. Meski begitu, Pakubuwono X tetap membelinya demi membuat Benz Viktoria mengaspal di jalanan Indonesia. Setelah tanki diisi naphta, biasanya kendaraan harus dinyalakan terlebih dahulu selama 20 menit. Jika sudah, baru bisa dikendarai.
Demikian cara mobil pertama di Indonesia berjalan menggunakan Naphtha.
Eksistensi Naphtha perlahan tergantikan oleh bensin yang dicampur zat kimia berupa tetraethyllead (timbal), isooktan dan heptana pada 1920-an. Ketiga campuran zat kimia tersebut menghasilkan beragam jenis bensin berdasarkan oktan atau Research Octane Number (RON).
Kini, di Indonesia ada RON 90, RON 92, RON 98, dan seterusnya.
Ketika bensin mulai eksis, pertumbuhan kendaraan bermesin di Indonesia semakin pesat. J. Stroomberg dalam Hindia Belanda 1930 (2017) memaparkan, pada 1928 saja sudah terdapat 40.154 mobil, 10.505 motor, 3.756 truk, dan 2.545 bus. Bahkan sejak tahun 1927 terdapat pabrik perakitan mobil di Tanjung Priuk, Batavia.
Ketua Komisi XI DPR Misbakhun mengingatkan agar pemerintah harus melakukan konsolidasi menyeluruh para stakeholders, a.l. kementerian lembaga, Bank Indonesia, eksportir, dan pihak terkait lainnya, untuk menghadapi tekanan ini.
“Karena pemerintah harus tetap berhati-hati dalam menghitung untung rugi kebijakan tarif baru AS tersebut pada kinerja perekonomian Indonesia secara keseluruhan,” tegas Misbakhun, dalam rilisnya, Jumat (4/4/2025).
“Upaya pemerintah Indonesia dengan mengirim Tim Khusus Tingkat Tinggi untuk melakukan lobby kepada pemerintah Amerika Serikat adalah sebuah langkah awal yg tepat dan kita semua berharap pada hasil Tim Lobby Khusus ini. Upaya renegosiasi dengan pemerintah Amerika Serikat adalah langkah terbaik,” tambahnya.
Selama tahun 2024, nilai ekspor Indonesia ke Amerika Serikat sebesar US$ 26,4 miliar dan jumlah tersebut 9,9% dari total kinerja ekspor nasional Indonesia. Dengan demikian, posisi surplus di pihak Indonesia.
Apalagi produk ekspor Indonesia, menurut Misbakhun, didominasi oleh produk tekstil, garmen, alas kaki, minyak CPO dan peralatan elektronik dimana hampir semuanya merupakan industri padat tenaga kerja terutama untuk tekstil, garmen dan alas kaki.
Dengan demikian, Misbakhun menilai industri tersebut akan mengalami tekanan pada harga mereka di pasar AS, karena terkena dampak tarif tambahan baru tersebut.
“Supaya mereka bisa bersaing dari sisi harga maka mereka juga harus makin efisien dalam struktur biaya produksi nya untuk menjaga kelangsungan usaha mereka,” ujarnya.
Dia pun menuturkan arahan Presiden Prabowo adalah melakukan perbaikan struktural yang menghambat, termasuk upaya deregulasi dalam bentuk penyederhanaan aturan. Misbakhun yakin ini akan membantu upaya membangun efisiensi perusahaan di Indonesia sehingga mereka lebih mampu bersaing di pasar global.
Lebih lanjut, dia pun melihat dampak lainnya yg serius dan harus diberikan respon oleh Bank Indonesia adalah pada kinerja nilai tukar rupiah atas dolar AS. Hal ini akan terjadi karena harga barang di AS akan makin mahal sementara pendapatan pekerja mereka masih tetap sehingga memicu kenaikan inflasi di AS yang saat ini masih relatif tinggi sejak pandemi Covid-19 lalu.
Alhasil, ini mengakibatkan The Fed pasti akan menurunkan tingkat suku bunga mereka sebagai alat kontrol mereka supaya inflasi bisa dikendalikan. Akibat penurunan tingkat suku bunga The Fed akan menjadi pemicu ketidakpastian lagi sehingga prediksi pertumbuhan ekonomi akan mengalami koreksi dan itu membuat kekhawatiran pada ketidakpastian baru di pasar uang sehingga akan memberikan tekanan koreksi negatif pada nilai tukar rupiah atas dolar AS.
“Untuk itu, Bank Indonesia harus melakukan upaya yang serius dalam melakukan stabilisasi nilai tukar rupiah atas USD. Jangan sampai tekanan koreksi negative rupiah melewati angka psikologis. Di saat pasar yang sedang libur lebaran saat ini, adalah waktu yang tepat bagi Bank Indonesia untuk melakukan exercises kebijakan stabilisasi nilai tukar yang paling tepat saat pasar kembali buka,” papar Misbakhun.
Selain itu, Misbakhun menegaskan dampak tarif tambahan baru ini pasti akan mempengaruhi kinerja ekspor Indonesia sehingga perusahaan-perusahaan di Indonesia yang berorientasi ekspor pasti mengalami tekanan sehingga bisa jadi tekanan itu akan mempengaruhi struktur laba mereka dan akan memberikan dampak pada pembayaran pajak mereka ke negara.
Pasalnya, selama ini kinerja penerimaan negara dari pajak, bea masuk dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sangat dipengaruhi oleh kinerja ekspor dan faktor harga komoditas dunia.
“Harus dihitung ulang target rencana penerimaan negara secara total apakah memberikan transmisi dampak pada target pembangunan di APBN 2025,” tegasnya.
Dia menekankan beberapa poin di atas harus disiapkan kebijakan antisipasinya oleh pemerintah sehingga dampak langsung dari kebijakan tarif tambahan baru sebesar 32% oleh AS tersebut bisa diminimalisir.
“Saya yakin Tim Ekonomi di Kabinet Merah Putih di bawah arahan Bapak Presiden Prabowo akan mampu menemukan formula kebijakan yang tepat dan bisa meredam guncangan akibat kebijakan tarif baru Trump,” tutupnya.