Bulog Buka Suara soal Beras Menumpuk di Sultra

Bulog Buka Suara soal Beras Menumpuk di Sultra

Beras Bulog

 Perum Bulog buka suara soal kabar adanya gabah petani yang tidak terserap di Desa Pombula Jaya, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara.

Pemimpin Bulog Cabang Bombana, Aang Fahri, menegaskan bahwa pihaknya telah bergerak cepat untuk memastikan seluruh gabah petani tetap terserap.

Dia menjelaskan bahwa kondisi penumpukan gabah tersebut terjadi akibat panen yang berlangsung serentak, sehingga sejumlah penggilingan mengalami kelebihan kapasitas.

“Kondisi tersebut terjadi akibat panen yang berlangsung serentak sehingga beberapa penggilingan mengalami kelebihan kapasitas,” ujar Aang dalam keterangan resminya Senin (27/10/2025).

Sebagai tindak lanjut, Bulog Cabang Bombana langsung turun ke lapangan untuk melakukan penyerapan terhadap gabah yang menumpuk.

Aang menyebut, hampir seluruh gabah sudah berhasil diserap, hanya menyisakan sekitar 20 ton yang kini tengah dialihkan ke mitra penggilingan makloon.

Tindakan cepat ini memastikan gabah petani tidak rusak dan tetap terserap dengan harga sesuai ketentuan Pemerintah, sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan harga di tingkat petani.

Seluruh Penumpang LRT Jabodetabek yang Alami Gangguan Dievakuasi dengan Selamat

Seluruh Penumpang LRT Jabodetabek yang Alami Gangguan Dievakuasi dengan Selamat

Seluruh penumpang LRT telah dievakuasi dengan selamat/Foto: info cibubur

Manager Public Relations LRT Jabodetabek, Mahendro Trang Bawono menyebutkan, pihaknya memastikan semua penumpang yang sempat menaiki LRT dengan kondisi mengalami gangguan itu telah dievakuasi dengan selamat. Bahkan, LRT Jabodetabek telah kembali beroperasi sebagaimana mestinya.

“Sebanyak 653 pengguna berhasil dievakuasi dengan selamat tanpa ada laporan korban luka. Saat ini, proses penanganan gangguan telah selesai dan layanan LRT Jabodebek telah kembali beroperasi normal di seluruh lintas pelayanan,” ujarnya melalui keterangannya, Sabtu (25/10/2025).

Menurutnya, KAI memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat adanya gangguan pada perjalanan LRT Jabodebek di semua lintas pelayanan pada Sabtu, 25 Oktober 2025 mulai pukul 08.41 WIB. Gangguan terjadi pada sistem third rail yang berfungsi sebagai penyuplai listrik bagi kereta sehingga sempat menyebabkan seluruh perjalanan LRT Jabodebek tidak dapat dioperasikan.

“Akibat hal tersebut, terdapat 5 rangkaian (trainset) LRT Jabodebek yang terpaksa berhenti di petak jalur, yakni TS 28 dengan nomor perjalanan SN 62 berhenti di petak jalur Kuningan – Pancoran. TS 07 dengan nomor perjalanan SN 45 berhenti di petak jalur Taman Mini – Kampung Rambutan,” tuturnya.

“Lalu, TS 17 dengan nomor perjalanan SN 64 berhenti di petak jalur Bekasi Barat – Cikunir 2. TS 31 dengan nomor perjalanan SN 60 berhenti di petak jalur Cawang – Halim. Dan TS 29 dengan nomor perjalanan SN 63 berhenti di petak jalur Halim – Cawang,” katanya lagi.

Kuasa Hukum Desak Periksa Polisi Vara dan Dion Terkait Kematian Arya Daru

Kuasa Hukum Desak Periksa Polisi Vara dan Dion Terkait Kematian Arya Daru

Kuasa Hukum Desak Periksa Polisi Vara dan Dion Terkait Kematian Arya Daru

Kubu Arya Daru Pangayunan (ADP) mendesak Polda Metro Jaya untuk memeriksa secara mendalam sosok wanita bernama Vara dan seorang pria, Dion terkait dengan pengusutan kematian Diplomat muda tersebut.

“Sebenarnya tinggal pendalaman daripada saksi-saksi dan bukti-bukti yang ada. Misalnya, contoh, kenapa nggak didalami saksi-saksi yang terakhir ketemu, Vara dan Dion, kenapa nggak didalami. Jangan ditutup dengan alasan privasi,” kata Pengacara keluarga ADP, Dwi Librianto di Gedung Bareskrim Polri, Kamis (23/10/2025).

Dwi menegaskan, pemeriksaan Vara dan Dion diyakini bisa kembali membuka perkara kematian Arya Daru yang wajahnya terlilit lakban, agar terang benderang. 

“Buka aja nggak apa-apa. Kalau disitu mungkin ada jalan masuk dari situ. Kalau memang benar disitu ya buka aja. Kita terbuka kok. Jadi nggak usah khawatir, ada hal-hal yang ditutupi. Kita ingin terbuka,” ujar Dwi.

Dikatakan Dwi, keluarga ataupun istri Arya Daru khususnya, juga tidak merasa keberatan apabila polisi melakukan pemeriksaan terhadap Vara dan Dion. Pasalnya, mereka menginginkan perkara ini selesai secara terang benderang.

“Enggak keberatan. Justru dengan transparan kita mungkin ada kemungkinan-kemungkinan yang lain. Ada pihak-pihak yang terlibat atau ada pihak-pihak yang bersinggungan,” tandasnya.

Tukang Parkir Warkop di Pulogebang Disiram Air Keras oleh OTK

Tukang Parkir Warkop di Pulogebang Disiram Air Keras oleh OTK

Cairan air keras yang kerap dipakai mencederai orang lain/Foto: Ist

Pria berprofesi tukang parkir warung kopi di kawasan Pulogebang, Jakarta Timur, menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal (OTK), pada Senin pagi, 20 Oktober 2025.

Peristiwa mengerikan itu terjadi sekitar pukul 06.30 WIB di Jalan Raya Pulogebang LM.25 TL Auri, depan warung rokok RT 001/RW 004, Kelurahan Ujung Menteng, Kecamatan Cakung.

“Korban diketahui berinisial A, sedangkan pelaku masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Kasus ini sudah dilaporkan ke Polda Metro Jaya pada hari yang sama sekitar pukul 11.07 WIB,” kata Kasubid Penmas Humas Polda Metro Jaya AKBP Reonald Simanjuntak, Selasa (21/10/2025).

Dia menjelaskan kejadian bermula ketika korban tengah berjaga di area parkir warung kopi. Saat itu, korban melihat enam remaja menggunakan tiga sepeda motor keluar dari warung kopi menuju arah lampu merah.

Tak lama kemudian, datang lima motor lain yang berboncengan dari arah Bekasi, berisi sekitar sepuluh orang. Kedua kelompok itu kemudian berpapasan di depan lokasi dan saling berteriak menantang. Korban yang panik melihat situasi mulai ricuh berusaha menenangkan mereka.

Pakistan dan Afghanistan Sepakati Gencatan Senjata Usai Sepekan Pertempuran di Perbatasan

Pakistan dan Afghanistan Sepakati Gencatan Senjata Usai Sepekan Pertempuran di Perbatasan

Pakistan dan Afghanistan menyepakati gencatan senjata dalam perundingan di Doha, Qatar. (Foto: X)

 Afghanistan dan Pakistan telah menyepakati gencatan senjata segera dalam perundingan yang diselenggarakan di Doha, demikian diumumkan Kementerian Luar Negeri Qatar pada Minggu (19/10/2025) pagi. Kesepakatan tersebut tercapai setelah kedua negara tetangga di Asia Selatan itu memperpanjang gencatan senjata menyusul bentrokan sengit di perbatasan selama seminggu.

Kementerian Luar Negeri Qatar mengatakan Afghanistan dan Pakistan telah menyepakati gencatan senjata dalam putaran negosiasi yang dimediasi oleh Qatar dan Turki pada Sabtu (18/10/2025).

Disebutkan, kedua pihak juga sepakat untuk mengadakan pertemuan lanjutan dalam beberapa hari mendatang “untuk memastikan keberlanjutan gencatan senjata dan memverifikasi implementasinya dengan cara yang dapat diandalkan dan berkelanjutan.”

Sebelumnya, kedua belah pihak mengatakan mereka mengadakan perundingan damai di Doha pada Sabtu untuk mencari jalan keluar setelah bentrokan yang menewaskan puluhan orang dan melukai ratusan lainnya dalam kekerasan terburuk antara kedua negara sejak Taliban merebut kekuasaan di Kabul pada 2021.

“Sesuai janji, negosiasi dengan pihak Pakistan akan berlangsung hari ini di Doha,” kata juru bicara pemerintah Afghanistan, Zabihullah Mujahid, sebagaimana dilansir Reuters.

Kementerian Luar Negeri Pakistan sebelumnya mengatakan bahwa Menteri Pertahanan Khawaja Muhammad Asif akan memimpin diskusi dengan perwakilan Taliban Afghanistan.

Polisi Pastikan Pembunuh Bocah 11 Tahun di Cilincing Tak Alami Gangguan Jiwa

Polisi Pastikan Pembunuh Bocah 11 Tahun di Cilincing Tak Alami Gangguan Jiwa

Pembunuh bocah di Cilincing

Pihak kepolisian memastikan bahwa remaja berusia 16 tahun yang membunuh dan mencabuli bocah 11 tahun di Cilincing, Jakarta Utara, tidak mengalami gangguan jiwa

“Kalau gangguan jiwa, tidak,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, Kompol Onkoseno Grandiarso Sukahar, Jumat (17/10/2025).

Onkoseno menjelaskan, pelaku melakukan pencabulan terhadap korban setelah korban meninggal dunia, semata-mata karena dorongan niat jahat.

“(Alasan pelaku mencabuli korban setelah tewas) karena niat jahat pelaku,” jelasnya.

Sebelumnya, polisi mengungkap bahwa tindakan keji pelaku dipicu rasa kesal karena pernah ditagih utang oleh ibu korban.

“Untuk motif, pelaku kesal dengan ibu korban karena pernah ditagih utangnya,” ujar Onkoseno.

Limbah Komuter: Jakarta Menanggung, Paljaya Berjuang

Limbah Komuter: Jakarta Menanggung, Paljaya Berjuang

Dosen Pascasarjana & Komite Audit Perumda Paljaya, Eduardus Suharto

SETIAP hari jutaan orang dari Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Bodetabek) tumpah ruah ke ibu kota. Mereka bekerja, beraktivitas, lalu kembali ke kota asal saat malam tiba. Namun ada “jejak” lain yang ditinggalkan para komuter di Jakarta, yaitu limbah cair manusia.

Selama 8 hingga 12 jam berada di ibu kota, para pekerja ini tentu buang air, mandi, atau sekadar mencuci tangan di toilet kantor, stasiun, atau pusat perbelanjaan. Fenomena sepele ini ternyata menciptakan beban ekologis yang tidak kecil.

Menurut Survei Komuter Jabodetabek 2023 dari BPS, jumlah komuter harian mencapai sekitar 4,41 juta orang. Jika memakai asumsi rata-rata konsumsi air 120 liter per orang per hari, dan delapan puluh persen berubah menjadi limbah domestik, maka beban tambahan yang ditanggung Jakarta mencapai 423 juta liter limbah cair setiap hari. Angka ini setara hampir 170 kali kapasitas IPAL Setiabudi yang hanya mampu mengolah 250 liter per detik.

Kapasitas pengolahan limbah Jakarta memang belum sebanding dengan bebannya. Data Perumda Paljaya menyebutkan, IPAL Setiabudi hanya berkapasitas 250 liter per detik dan IPAL Krukut 100 liter per detik, total setara 30 ribu meter kubik per hari. Sementara itu, dua instalasi pengolahan lumpur tinja di Pulo Gebang dan Duri Kosambi masing-masing hanya mampu menampung 900 meter kubik per hari. Secara keseluruhan, cakupan layanan pengolahan air limbah di DKI baru sekitar 6 hingga 10 persen. Padahal, tambahan beban limbah dari jutaan komuter setiap hari terus mengalir tanpa henti.

Pegang Salinan Ijazah Jokowi, Bonatua: Ini Dokumen untuk Publik

Pegang Salinan Ijazah Jokowi, Bonatua: Ini Dokumen untuk Publik

Bonatua Silalahi, kembali menerima salinan ijazah mantan presiden Joko Widodo (Jokowi)

Pengamat kebijakan publik, Bonatua Silalahi, kembali menerima salinan ijazah mantan presiden Joko Widodo (Jokowi) yang telah dilegalisir melalui Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta, pada Senin (13/10/2025). Salinan ijazah ini ia peruntukkan untuk publik, bukan kepentingan pribadinya.

“PPID KPU DKI sudah menyerahkan ke kita, rakyat ya, saya bilang rakyat karena saya memintanya atas nama publik. Meskipun pribadi saya yang meminta, tapi ini sebenarnya untuk publik,” ujar Bonatua di KPU DKI Jakarta, Senin (13/10/2025).

Sekadar informasi, Jokowi sempat mendaftar sebagai Calon Gubernur DKI Jakarta pada 2012. Adapun syarat mendaftar sebagai kepala daerah harus melampirkan salinan ijazah ke Komisi Pemilihan Umum.

Meski telah menerima salinan ijazah tersebut, ada hal yang membuatnya tidak puas atas dokumen yang ia terima. Sebab ada hal yang dihapus dalam dokumen tersebut.

“Terus terang saya kurang puas karena apa, seharusnya ini disertakan juga uji konsekuensi kenapa misalnya nama ini dihapus, tanda tangannya ini dihapus,” tuturnya.

Pemimpin Oposisi Venezuela Dedikasikan Nobel Perdamaian ke Trump

Pemimpin Oposisi Venezuela Dedikasikan Nobel Perdamaian ke Trump

Pemimpin Oposisi Venezuela Dedikasikan Nobel Perdamaian ke Trump (Instagram/@mariacorinamachado)

 Pemimpin oposisi Venezuela, Maria Corina Machado, memenangkan Nobel Perdamaian 2025 pada Jumat (10/10/2025). Ia mendedikasikan penghargaan itu terhadap seluruh rakyat Venezuela serta Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

1, Menang Nobel Perdamaian

Machado (58) merupakan seorang insinyur industri berusia yang hidup dalam persembunyian. Pada tahun 2024 ia dicegah oleh pengadilan Venezuela untuk mencalonkan diri sebagai presiden dan dengan demikian menantang Presiden Nicolas Maduro. Maduro telah berkuasa sejak 2013.

Ia dianugerahi Nobel Perdamaian karena jasanya melawan kediktatoran di Venezuela.

“Ya Tuhan … saya tidak bisa berkata-kata,” kata Machado kepada sekretaris badan penghargaan, Kristian Berg Harpviken, dalam panggilan telepon yang diunggah Komite Nobel di media sosial, melansir Reuters, Sabtu (11/10/2025).

Wanita berusia 58 tahun ersebut merasa tidak pantas mendapatkan Nobel Perdamaian. Ia menyebut, Nobel Perdamaian ini adalah pencapaian untuk seluruh masyarakat.

“Saya sangat berterima kasih, tetapi saya harap Anda mengerti bahwa ini adalah sebuah gerakan, ini adalah pencapaian seluruh masyarakat. Saya hanyalah seorang manusia. Saya jelas tidak pantas mendapatkannya,” ujarnya.

Diketahui, Marco Rubio, yang kini menjabat sebagai menteri luar negeri Trump, menominasikan Machado untuk Hadiah Perdamaian bersama sekelompok anggota Kongres AS pada Agustus 2024. Saat ia masih menjadi senator.

2. Dedikasikan ke Rakyat dan Trump

Machado mendedikasikan Nobel Perdamaian ini untuk seluruh rakyat Venezuela dan Presiden AS Donald Trump.

“Saya mendedikasikan penghargaan ini untuk rakyat Venezuela yang menderita dan untuk Presiden Trump atas dukungannya yang tegas terhadap perjuangan kita!” katanya dalam unggahan di X.

Ammar Zoni Kembali Terlibat Peredaran Narkotika di Rutan, Begini Perannya!

 Ammar Zoni Kembali Terlibat Peredaran Narkotika di Rutan, Begini Perannya!

Ammar Zoni

 Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Pusat menerima pelimpahan tersangka dan barang bukti terkait peredaran narkotika di dalam Rutan Kelas I Jakarta Pusat. Perkara ini menyeret nama artis atau publik figur Ammar Zoni.

Ammar Zoni diduga terlibat dalam peredaran barang haram ini bersama lima tersangka lainnya, yakni A, AP, AM alias AK, ACM, dan AR. Hasil penyidikan menunjukkan Ammar Zoni berperan sebagai “gudang”, alias penyimpan narkotika.

“Jadi peran tersangka AZ sebagai gudang, istilah ‘gudang’ itu berdasarkan BAP, artinya menyimpan narkotika untuk diedarkan di Rutan Kelas I Jakarta Pusat,” ujar Kasie Pidum Kejari Jakarta Pusat, Fatah Chotib Uddin, Kamis (9/10/2025).

Fatah menjelaskan, bahwa barang narkotika yang diedarkan berupa sabu dan tembakau sintetis. Ammar Zoni diduga menerima barang tersebut dari seseorang di luar rutan sebelum diedarkan kepada narapidana di dalam rutan.

“Berdasarkan hasil penyidikan, para tersangka mengedarkan narkotika jenis sabu dan tembakau sintetis dari tersangka MAA alias AZ (Ammar Zoni), yang mendapat narkotika tersebut dari seseorang di luar rutan. Penyerahan dilakukan di dalam lingkungan Rutan Kelas I Jakarta Pusat,” jelas Fatah.